Keunikan Jam Gadang yang Hingga Kini Belum Terpecahkan

Salah satu landmark Sumatera Barat yang banyak menarik perhatian ialah Jam Gadang yang memiliki arti “Jam Besar”. Jam ini merupakan simbol khas Sumatera Barat yang terletak di kota Bukittinggi. Usianya yang telah mnecapai puluhan tahun membuatnya menjadi salah satu tempat wisata yang diminati karena keunikan ornamennya yang khas.

Ornamen menara setinggi 26 meter dengan ujung menara berbentuk atap bagonjong yang merupakan rumah adat Minangkabau inilah yang hanya dapat ditemukan di pusat kota Bukittinggi. Tepat di bawah atap tersebut, terdapat jam dengan ukuran yang sangat besar. Ukurannya yang besar dan terletak diatas menara inilah yang membuat jam tersebut menjadi icon Bukittinggi yang mengundang banyak wisatawan.

Dari atas menara Jam Gadang ini, para wisatawan akan disuguhkan keindahan panorama Bukittinggi. Perpaduan pemandangan bukit, lembah, bangunan penduduk dan sekelilingnya membaur menjadi sebuah keindahan yang menyejukkan hati setiap penikmatnya.

Sekilas, jam ini terlihat hanyalah sebuah jam biasa saja. Hanyalah jam dengan ukuran yang besar dan berada diatas menara yang tinggi. Namun, apabila diperhatikan dengan seksama, sebenarnya jam ini memiliki keunikan yang hanya dimiliki oleh jam ini saja.

Keunikan dari jam ini adalah terletak pada angka empatnya. Jam ini menggunakan angka romawi, namun pada angka empatnya yang seharusnya bertuliskan IV, pada jam ini justru bertuliskan IIII. Keganjilan pada penulisan angka IIII inilah yang membuat para wisatawan tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai jam ini.

Banyak penafsiran mengapa Jam Gadang ini bertuliskan IIII pada angka empatnya. Namun, hingga kini, belum ada penjelasan yang pasti mengenai makna dibalik tulisan IIII pada Jam Gadang ini.

2 thoughts on “Keunikan Jam Gadang yang Hingga Kini Belum Terpecahkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *