Saksi Bisu Sejarah Kebangsaan – Gedung Sate Kebanggan Bandung Van Java

Gedung Sate Bandung

Berwisata tidak selalu identik dengan senang-senang saja, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar. Belajar tentang sejarah salah satunya. Cara merealisasikan wisata sambil belajar adalah dengan mengunjungi beberapa tempat wisata bersejarah. Salah satunya adalah Gedung Sate.

Gedung Sate adalah sebuah gedung bersejarah yang berada di kota Bandung. Jalan Diponegoro Nomer 22 Bandung. Gedung ini sudah terkenal di Indonesia, sebagai salah satu gedung bersejarah yang memiliki ornamen sate di bagian atas gedung.

Gedung bersejarah ini berdiri tegak di atas tanah Bandung sejak tahun 1920 oleh seorang Belanda bernama Johanna Catherina Coops. Sehingga tidak heran jika arsitektur Gedung ini bergaya Eropa klasik, yaitu dengan ukiran yang klasik dan antik sebagai kreativitas tangan-tangan para ahli bongpay batu dan kayu dari Cina. Bahkan batu besar yang dijadikan dinding gedung ini diambil langsung dari perbukitan Arcamanik dan Gunung Manglayang di Bandung Timur. Sehingga kesan yang tersirat dari keindahan gedung ini sungguh klasik, etnik, dan modern.

Keindahan dan kemegahan gedung ini menjadikan banyak arsitek yang memuji. Mereka menyatakan bahwa bangunan ini sungguh monumental dengan gaya bangunan Indo-Eropa. Bahkan pernyataan yang senada pun diungkapkan oleh dua orang arsitek dari Negeri Kincir Angin bernama Cor Pashier dan Jan Wittenberg. Bahkan D. Ruhl menyatakan kekagumannya tentang gedung ini sebagai gedung terindah di Indonesia yang tertulis di bukunya yang berjudul Bandoeng en haar Hoogvlakte di tahun 1952 silam.

Gedung Sate dalam perjalanannya usai masa penjajahan, kemudian dijadikan sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat. Awalnya dijadikan sebagai gedung Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan Umum, kemudian menjadi kantor Gubernur Jawa Barat.

Keunikan Berwisata di Gedung Sate

Gedung Sate memiliki ornament sate yang berukuran besar di puncak atapnya. Ada 6 tusuk sate yang melambangkan 6 juta Gulden sebagai salah satu material untuk pembangunan gedung ini yang memberikan efek warna putih. Sehingga gedung ini juga disebut Gedung Putihnya Indonesia.

Ketika berkunjung ke sana, kita bisa menikmati kemegahan Gedung Sate yang sangat luar biasa. Mengabadikan setiap momen tidak boleh terlupakan begitu saja. Karena terendus sejarah yang kuat ketika kita sudah berhasil mengambil gambar berbackground gedung ini.

Gedung kebanggaan Bandung ini sering dipakai sebagai tempat foto prewed, atau setting tempat pembuatan film. Setiap hari Minggu pun selalu dipadati oleh para pengunjung. Mereka melakukan banyak aktivitas di area gedung ini, diantaranya adalah olahraga, bersantai, jalan-jalan, bermain, berfoto ria, dan masih banyak lagi aktivitas lainnya. Bahkan untuk para pengunjung yang berasal dari luar kota, berlibur di gedung bersejarah ini sama halnya dengan belajar, yaitu mempelajari dan membuktikan secara dekat tentang gedung saksi bisu sejarah ini.

Kita bisa mengunjungi Gedung Sate ini setiap akhir pekan dan setiap hari libur. Tidak ada tarif atau tiket masuk, kita hanya perlu untuk meminta izin kepada penjaga atau petugas sekitar saja. Karena berwisata itu tidak perlu mahal. Yang gratis dan bermanfaat untuk menambah pengetahuan pun ada.

4 thoughts on “Saksi Bisu Sejarah Kebangsaan – Gedung Sate Kebanggan Bandung Van Java

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *