Nostalgia Sejarah di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Bandung juga memiliki wisata sejarah yang menyimpan kejayaan Indonesia sebagai macan politik dunia. Wisata tersebut ada di Museum Konferensi Asia Afrika. Museum ini berada di bekas lokasi digelarnya Konferensi Asia Afrika pada 18 hingga 24 April tahun 1955 silam. Sebuah konferensi yang diprakarsai oleh Indonesia yang mampu menggetarkan dunia.

Museum Konferensi Asia Afrika ini menjadi saksi kesepakatan perdamaian dunia yang disebut dengan Dasa Sila Bandung. Museum sejarah ini awalnya diprakarsai oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Beliau memilih merubah Gedung Merdeka yang dijadikan lokasi Konferensi Asia Afrika menjadi sebuah museum. Hal ini tak lepas dari dukungan negara-negara yang terlibat dalam konferensi tersebut.

Museum Konferensi Asia Afrika ini dibuka pertama kali pada Tahun 1985 bertepatan dengan peringatan ke-25 Konferensi Asia Afrika. Gedung yang dijadikan museum ini memiliki desain yang menarik dan penuh keindahan. Lantai yang terbuat dari marmer asli Italia yang mengkilau dan seluruh ruangan dibuat dari bahan kayu Cikenhout yang memiliki kualitas kuat dan tahan lama.

Di museum Konferensi Asia Afrika ini pengunjung akan bisa belajar mengenai sejarah lahirnya konferensi Asia Afrika dan juga barang-barang yang menjadi saksi terselenggaranya konferensi yang menggemparkan dunia pada masa perang dingin itu.

Satu hal yang menarik, di dalam museum ini juga ada gambaran bagaimana jalannya konferensi tersebut lengkap dengan bukti sejarahnya.

Museum Konferensi Asia Afrika ini patut untuk dijadikan destinasi wisata pendidikan sekaligus pembelajaran untuk generasi muda yang belum terlalu banyak mengenal konferensi Asia Afrika. Museum ini buka pada hari Senin hingga Jumat dengan jam operasi mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00. sedangkan untuk tiket masuknya, gratis alias tidak berbayar.

Satu hal yang perlu diindahkan ketika berkunjung ke Museum Konferensi Asia Afrika Bandung, adalah senantiasa menjaga sikap dan perilaku di dalam museum. Karena ini merupakan sebuah situs sejarah, maka dari itu jangan melakukan tindakan yang berpotensi merusak warisan sejarah besar bangsa Indonesia ini. Patuhi semua aturan yang sudah ditentukan oleh pengelola.

One thought on “Nostalgia Sejarah di Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *