Fakta Menarik Taman Nasional Gunung Leuser

Siapa sih yang belum pernah mendengar Taman Nasional Gunung Leuser? Tentu Anda  sudah mengetahuinya. Dalam mata pelajaran IPA dulu, taman nasional ini menjadi topic karena banyak hewan yang menarik hidup di dalamnya. Sampai actor Leonardo De Caprio sudah kesana.

Ada beberapa fakta yang unik dari taman nasional yang berada di dua provinsi, yakni di Nanggroe Aceh Darussalam dan juga di Sumatera Utara. Lalu apa faktanya :

Memiliki Dua Status

Taman Nasional Gunung Leuser memiliki dua status. Yakni sebagai cagar biosfer pada tahun 1981. Kemudian menjadi warisan dunia atau world heritage di tahun 2004. Statusnya yang sudah internasional itu menjadikan taman ini sebagai tujuan wisata yang harus Anda kunjungi. Pastinya jangan sampai merusak alamnya.

Laboratorium Alam

Dengan banyaknya keindahan alam yang kaya akan flora dan fauna membuat tempat ini sebagai laboratorium alam yang lengkap. Semua menjadi sangat elok ketika banyak hewan seperti gajah Sumatera masih ada. Namun karena sawit, gajah kesusahan mencari makan dan air.

Pensuplai Air Untuk 4 Juta Orang

Nah, faktanya Taman Nasional Gunung Leuser menjadi pensuplai air untuk orang Sumatera Utara dan NAD. Hutan inilah sumber air bersih untuk daerah tersebut. Jadi kalau ada banjir dan sebagainya, berarti ada kesalahan yang terjadi di taman nasional tersebut. Usahakan pencegahan pembalakan liar ya. Sayang sekali kalau merugikan hewan dan masyarakat secara massif.

Waktu Kunjungan

Agar mudah saat tracking, sebaiknya Anda berkunjung pada saat bulan Juni-Oktober ya. Selain cuaca bersahabat Anda juga tak terlalu kesusahan karena sulitnya medan.

Harga Tiket

Sebesar 5000 saja tiket masuk wisatawan lokal. Sedangkan kalau dari mancanegara bisa sampai 150.000. selain murah banyak hal yang bisa Anda lihat dan saksikan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Kesimpulannya Taman Nasional Gunung Leuser adalah destinasi alam yang wajib buat dikunjungi ya. Terlebih bisa melihat hewan langka secara langsung di habitatnya. Asalkan jangan sampai merusak ekosistem mereka ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *