4 Tujuan Wisata Solo Yang Menarik dan Wajib Didatangi

Kota Solo yang dulu dikenal dengan nama Surakarta terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota yang dijuluki sebagai kota batik ini jadi tujuan wisata baik turis lokal maupun internasional. Dengan semboyan “berseri” yang merupakan singkatan dari “Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah, Kota Solo menggalakkan pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Anda ingin jalan jalan bersama keluarga tercinta, ke tempat yang juga punya nama lain kota liwet? Ini dia beberapa tujuan wisata solo yang bisa dikunjungi.

1. Keraton Solo

Keraton yang bernama asli Surakarta Hadiningrat ini memang dibuka untuk umum. Anda bisa melihat kehidupan di bagian dalam keraton, dengan jelas. Bagaimana kentalnya budaya jawa yang masih sangat dilestarikan di sana. Keraton yang buka mulai pukul sembilan pagi ini terletak di Jalan Slamet Riyadi.

Jangan lupa akan beberapa aturan baku di dalam keraton yang tidak boleh dilanggar. Pakailah sepatu, karena pengunjung dilarang keras memakai sandal. Anda juga tidak boleh memakai jaket, celana pendek, kacamata hitam, dan topi. Pengunjung diharap untuk berpakaian rapi dan sopan, jadi gak boleh seenaknya pakai tank top ya. Anda juga tidak diperbolehkan membawa makanan dan juga merokok di dalam area keraton.

Harga tiket masuknya hanya 10.000 rupiah untuk turis lokal, sementara turis asing harus menebus tiket seharga 15.000 rupiah. Anda membawa anak berusia di bawah tiga tahun? Ia bisa bebas masuk, tak usah membayar.

2. Museum Batik Danar Hadi

Museum yang diresmikan tahun 1967 ini diprakarsai oleh Bapak Haji Santosa Doellah. Pendiri Batik Danar Hadi ini memiliki lebih dari seribu lembar kain batik mulai dari Pekalongan, Lasem, sampai Sumatera.

Dengan membayar 35.000 rupiah, anda bisa melihat keindahan kain batik aneka warna. Selain itu, anda juga bisa melihat proses pengerjaan kain batik, bahkan anda bisa belajar membatik. Museum ini buka jam 9 pagi dan tutup jam 2 siang, dan jadi salah satu alterlatif tujuan wisata solo bagi para turis.

3.Candi Sukuh

Candi ini jaraknya sekitar 36 kilometer dari pusat Kota Solo.  Terletak di kaki Gunung Lawu, candi ini unik karena bentuknya mirip piramida di Mesir. Bangunan Candi yang sederhana ini dibuat dari batu andesit. Tak heran, warnanya kemerahan.

Candi yang dibuat pada akhir kejayaan Kerajaan Majapahit ini diduga dibangun oleh seorang tukang kayu, bukan tukang batu yang berasal dari keraton, karena bentuknya yang sederhana. Malah mirip dengan bangunan peninggalan budaya di Peru dan Meksiko. Candi ini merupakan Candi Hindu, karena ada patung Lingga dan Yoni.

Anda cukup membayar 7.000 rupiah saja jika ingin masuk kawasan Candi Suko. Jika ada wisatawan asing yang berjalan jalan di sana, ia harus membayar 25.000 rupiah.

4.Pasar Klewer

Setelah lelah berkeliling kota Solo, anda bisa mampir ke Pasar Klewer untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat. Ada beragam daster dan pakaian batik yang dijual dengan harga terjangkau. Malah banyak orang yang memborong batik di sini, untuk dijual lagi di kota asalnya.

Sayangnya, Pasar Klewer masih direnovasi pasca kebakaran beberapa waktu lalu. Para pedagang kemudian berjualan di alun alun lor, yang lokasinya tak jauh dari Pasar Klewer.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo jalan jalan ke Solo. Nikmati keindahan kota dan keramahan penduduk aslinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *